Muzique Lists

Tuesday, 14 May 2024

3 Tahun Belajar Merantau, 2 Tahun Berorganisasi

(Tulisan ini dibuat sebagai terjemahan dari salah 1 postingan lamaku di blog ini, tentang ringkasan perubahan yg terjadi padaku waktu itu)

Kuliah itu menurutku adalah sebuah keberuntungan, bukan menjadi pengangguran dengan status pelajar

Sama seperti mereka, para pekerja lepas dan relawan yang memiliki profesi

Sekali lagi, bukan pengangguran berstatus!

Kuliah itu fungsinya adalah untuk memperbaiki pola berpikir seseorang, terutama dalam hal mindset dan kemampuan bernalar. Apabila berbicara tenaga, waktu, umur dan pengeluaran rasanya tidak sepahit ketika melihat mereka yang berhenti ditengah jalan, terlebih lagi mereka yang menyerah duluan dan belum atau bahkan tidak pernah berkesempatan untuk melanjutkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi setelah SMA/SMK.

Oke, cukup sekian soal penolakan tentang opini receh oknum TikTok soal kuliah itu menganggur (katanya)

Kisah ini dimulai dari anak sekecil itu plonga-plongo masuk terakhir (alhamdulillah diterima) di 1 jurusan, dari ketiga jurusan yang dipilihnya, di fakultas yang sama (alias kaya gada pilihan lain aja). Maklum, korban acara realita di layar kaca (inisial huruf M). Anak itu bernama Hanif.

Jauh sebelum diterimanya Hanif di perguruan tinggi di negeri tetangga, tempat dia menetap saat itu Hanif sudah diterima di salah satu jurusan pilihannya sendiri. Akan tetapi, Hanif menolaknya setelah disepakati bersama, dengan alasan video viral yang beredar dari akun resmi kampus bersangkutan. Maklum, setelah Oppa Gangnam Style terbitlah goyang Harlem jadi FOMO pasti ada. Terlepas dari oknum maupun instansi yang mau ikutan tren yang beredar (https://www.youtube.com/watch?v=UYzkba8NR18). 

Mulai dari ospeknya yang istimewa, dilakukan sebanyak 3x (2x umum, 1x fakultas). Alhamdulillah kampusnya begitu dekat dengan Laut Cina Selatan, jadi ospeknya di kampus (2x) dan 1x di pulau penelitiannya. Pulau penelitian itu bernama Pulau Bidong, khusus untuk meneliti spesies penyu dan ekosistem disekitarnya termasuk dunia perlautan. Paling lucu justru waktu ospek di pulau ini, dimana anak semuda itu dengan PD nya jadi imam solat Isya di hari pertamanya, padahal bacaan pun masih terbata-bata (maklum grogi karena demam panggung sepertinya). Sedangkan untuk ospek fakultas Hanif diberi kesempatan menjadi panitia di ospek fakultas pada tahun berikutnya.


                                            Orientasi pekan (ospek) di Pulau Bidong, 2013


                                                    Panitia Ospek fakultas, 2014

Lanjut ke pembicaraan inti, di tahun pertama inilah muncul sebuah ide untuk mendirikan perkumpulan pelajar setanah air ketika ada kunjungan tamu (pelajar Aceh) dari Universiti Kebangsaan Malaysia atau disingkat UKM (seperti UGM-nya Malaysia). Pada kesempatan itu Hanif sempat merekam dan mengunduhnya di laman YouTube kesayangannya (https://www.youtube.com/watch?v=0aY7BB9yzJw). Usut punya usut, alhamdulillah di tahun yang sama sudah didirikan. Hanif diberi tugas sebagai perwakilan untuk hubungan masyarakat (humas). Adapun keikutsertaan Hanif selama periode yang diamanahkan, Hanif bersyukur bisa menjadi bagian dari perwakilan pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dan juga menerima kunjungan dari Atase Pendidikan RI waktu itu, bapak Rusydi (alm., semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT).


                             Perkumpulan pelajar Indonesia di Gong Badak, Terengganu, Malaysia

                                        Kunjungan Atase pendidikan KBRI KL di Kuala Terengganu

Setahun berikutnya, bisa dibilang ini waktu keemasan kuliahnya Hanif sebagai perantau. Mulai dari November 2014 (https://www.youtube.com/watch?v=cdXW10yDPPc&t=2s), Hanif diberi amanah yang lebih besar dari sebelumnya (sebagai waketum kedua). Pada waktu RUA (Rapat Umum Anggota) Hanif dapat teguran dari para sesepuh, terutama tenaga pengajar bahwa Hanif kurang persiapan (terutama dalam memberikan kata sambutan diawal acara). Maklum, Hanif dapat pemberitahuannya seperti tahu bulat (alias dadakan). 

                                    Perkumpulan pelajar Indonesia di Gong Badak, 2014-2015

Adapun keikutsertaan dan kontribusi baik di dalam maupun diluar organisasi bersangkutan boleh dikatakan cukup banyak, dibandingkan sebelumnya. Antara lain seperti mengikuti kompetisi olahraga pelajar (sebagai pendukung sejati), menjadi panitia bagian akomodasi dari acara pertukaran pelajar di Yogyakarta, menjadi pemenang dalam kontes bahasa Inggris, mengikuti program bakti sosial dan mengikuti camp kewirausahaan. 

                                      Panitia program studi tur pelajar Malaysia ke Yogyakarta

                                    Camp kewirausahaan Enactus, dari kampus Cita Warisan

Sebenarnya masih ada beberapa lagi, namun penulis cukup merangkumnya sebagian kecil saja. Sebab, apa gunanya gemerlap emas itu apabila menjadi karat di hari esoknya. Sayang seribu sayang, itulah yang terjadi pada Hanif, setahun berikutnya. Hanif tak dapat membendung kemerlapan cahaya suksesnya menjadi seorang pelajar internasional di negeri orang, dan terpaksa harus mengundurkan diri pada tahun ketiga belajarnya. Melihat kondisi keuangan dan nilainya yang tidak menentu, tiap berganti semester. Kendati demikian, Hanif masih diberi kesempatan untuk mengikuti kunjungan pabrik yang diadakan fakultas dan mengambil hikmahnya setelah berhenti di semester berikutnya. 

                                     Factory Visit dari kampus tercinta ke 3 industri pangan di Malaysia

Adapun yang bisa disimpulkan dari kisah Hanif diatas, secara ringkas menegaskan bahwa dunia perkuliahan semestinya sama persis dengan alam pekerjaan. Tidak lain tidak bukan adalah mempersiapkan pekerjaan lebih layak untuk kehidupan setelah berkuliah, terlepas individu yang menekuninya berhasil atau tidak. Sebab hidup adalah pilihan tingkat kesulitan, dimana kuliah itu sulit dan tidak kuliah juga sulit. Benar-benar 100% mirip seper antara bekerja atau tidak kerja.

Bicara soal pilihan, berikut tips dari Hanif agar kuliahmu lancar dan berhasil di kemudian hari: 

1. Jika kamu mahasiswa/i kupu-kupu, utamakan dirimu mencari literatur berkualitas selama belajar dan mencari info magang atau program relawan jika tertarik

2. Jika kamu mahasiswa ambisius, maka prioritaskan akademis dahulu sebelum organisasi dkk

3. Jika kamu pelajar super sibuk (mampu mengimbangi kuliah-ekskur), pastikan istirahatmu cukup dan tubuh baik-baik saja terutama waktu ibadahmu tidak terganggu

4. Dan jika kamu pelajar biasa saja, apalagi underrated & invisible jangan menyesal di awal apalagi kalau sudah terlanjur ditengah jalan seperti Hanif. Perlu diingat bahwa apa alasanmu memilih jurusan itu, apakah sekedar hobi, atau memang beneran minat kalau bukan korban televisi atau media massa lainnya

Akhir kata begitulah yang dapat disampaikan oleh penulis selama menjadi pelajar asing, namun tidak terasingkan. Buktinya Hanif bersyukur sudah banyak dibantu oleh para tenaga didik dan rekan-rekan seperjuangan yang lebih tua darinya, selama dia masih belajar disana. Semoga para pembaca dapat mengambil pelajaran dari kisahnya, dan penulis tutup dengan quote berbahasa Inggris “a man tells a fail story, so other men could learn from it” (seorang pria bercerita kisah gagalnya, agar pria lainnya dapat mengambil hikmahnya).


Saturday, 7 April 2018

An Open Letter For Public Transport Drivers (Surat Terbuka Untuk Para Supir Angkot)

Pardon me first, IF I'm writing this post in Indonesian

ada yang balas puisi penistaan kan belakangan ini, sekarang ada tidak yang mau buat puisi/surat untuk para supir angkot (angkutan perkotaan)?? kalau tidak ada, izinkan saya yang memulainya
"untuk, para supir angkot
ini adalah surat terbuka dariku, untukmu
sebagai seorang penumpang yang baik
aku ingin menegurmu, jadi dengarkanlah
aku hanya seorang pelajar biasa
bukan orang kaya, apalagi dermawan
ataupun para pejabat yang korup
dan juga maruk sepertimu
ketika kamu tidak uang kembalian, anggaplah
itu rezekimu, tetapi jika kamu ada uang kembalian
maka kembalikanlah, yang menjadi hak kami
para penumpang ekonomis, dan janganlah kamu
memberinya kepada kami, dengan jumlah sedikit
karena dengan begitu, maka kamu menzalimi kami
disamping menzalimi dirimu sendiri
harap kamu mengerti, apa yang ku sampaikan ini
sekian, terima kasih"

Friday, 9 December 2016

Kaki Lima, Indo Street Food

This was another picture, when I was in Bogor, Indonesia. Last month, for a week for my self-treatment of my study stress recently. I chose food science, not as last option. But as my added value, in order to compare from one food stall to another cafe/restaurant. From a canteen hall to a dining hall, a reservation in a hotel lounge bar and so on. Btw this picture took place when I was having a dinner with my father. I ate sate/satay kambing with longing (nasi impit in malay language) at that time. Fyi, sate kambing is made from piece's of goat's flesh that was cut into cube pieces, that has added with kuah kacang (as nutty sauces) that has it's own nutty flavours and ingredients itself. Whilst, the nasi impit or lontong actually came out from ketupat. Back then, people only eat lontong from ketupat during hari raya (or marriage event,etc.). But after the today's technology era, this lontong or nasi impit could be easily found on the supermarkets/hypermarkets nearby (without the skin of the ketupat itself). Talking about kaki lima, it was actually a term for an Indonesian street food sellers. Some of them could park randomly across the street, right at the pedestrian zone. While others are freely wander themselves by streets, making them sell their own foods from one place to another. This is what makes me proud as Indonesian guy, that we not only have our own transportation liked angkot (Indonesia n minibus), but we also have our own food trucks. It's cheap, convienent, and the food they sell as delicious as other restaurants abroad (not including fine-dining ones). I bet their profitability as quite comfortable as their own lifestyle. Anyway, for those who want to go to Indonesia. Don't forget to try these traditional street food from pedestrian zone. It has various kinds of foods, and not just satay/sate only. Bakso, Soto, porridge, and many more. I hope you digest my message and please share it with your friends and family out there. Thank you very much in advanced, and have a great day. Plus, enjoy your weekends and free time readers #salamualaikum

Angkot, an Indonesian Style of Transportation

This is one of the picture, was taken by my dad. When I was a child, I used to ride this sometimes (when I was living in my grandma's house in Bogor). When I have grown up, as in this picture. I'm still using this public transport at my place quite often (still in Bogor). It's cheap, convenient, and quite comfortable too. It also have it's own destination. Angkot, by form means "angkutan kota" (city transport). In developed countries, this kind of transportation known as 'minibus' (or shuttle bus, but not a van). I do proud that my country have it's own public transportation liked this one (and also bajaj,a.k.a tuk-tuk). For foreign tourists, pls ride angkot (instead of grab/taxi) for your own budgets and your lifetime experience in Indonesia. This is my sincere advice to readers out there #peace

Thursday, 8 December 2016

Life Changing Summary (2014->2015 -> 2016)

Between love life, study best, and study weak. I used to be trapped in between, that three types of a university student's daily problems. That's why I always bored going out for shopping, swing haram/unmarried couples spending their time together. Because I don't mind with the halal ones, just the way it is. Anyway my life started to change, by only just a Pythagorean level of tan 45 degree, two years ago (after breakup). Bye LDR, it's hard for to me to trusting you again (ever since then). Anyway, last year was my whole life rotated totally (the other way round, 180 degree). Thanks to the population of my faculty and of all other faculties at my campus that are lead by women. Honestly, now I knew why men preferred to be singles, than just another girl that have passed in front of his own eyes. I'm only focused on my studies back, after such incidents had happened in last two semesters. Mostly during a university club events, or during groupwork discussions & laboratory experiments too. Just a reminder, la tahzan (don't be sad). Innallaha ma ana (I have God to watch over me), be happy

Wednesday, 2 December 2015

Nur Qaseh Niaga Chicken Chop RM3.80 Kuala Terengganu

Figure 1. Nur Qaseh Niaga Chicken Chop Logo



Nur Qaseh Niaga is a southwestern cuisines that based on an east coast perspectives that sells at affordable prices and its location operates at nearby around University of Malaysia Terengganu (UMT) area. The provided majority of the menus are western cuisines, and my recommendation to you that you must eat it at least one of them are: spaghetti meatballs, fish and caps, as welll as lamb chops.


Figure 2. Price Lists (A)


Figure 3. Price Lists (B)


Figure 4. Chicken Chop (RM3.80 Single & RM7.60 Double)


Figure 5. Crab Sticks (RM4.80)


Figure 6. Fish & Chips (RM5.80 Dory & RM6.80 Salmon)


Figure 7. Lamb Chop (RM9.80)


Figure 8. Spaghetti Bolognaise (RM4.80)


Figure 9. Spaghetti Meatballs (RM6.80)



*PS: You also can refer to its FB official page (Nur Qaseh Niaga), as well as for the official account of Instagram (@NurQasehNiaga)*

Monday, 19 August 2013

A Reply to her Letter: "Ficlet (For *Aka San*)"

http://stunningdust.wordpress.com/2013/08/03/untuk-aka-san/

That's right, I'm gonna share with all of you (readers) about my current feelings #maybe
First time I've read it, it makes me wanna read it again (w/true emotional feelings of me)
She told exactly, from A to Z (the way she's explained her first love in her new school)
She explained it clearly, in a creative ways (with a beautiful words of her's)
With different names, but it's characteristics, were in the same way & same path
Sadly, time's changed faster than ever. And,
I just wanna know girl, "Where u at???" #Tyg
I'm a bit desperated/frustrated/sad & I've had to accept the fact
That I'm here & she's there, so I'm already gone (by now) #KC
But, one thing that you should've know about me
"Nan mulppunin babo & Love's such painful, but it's beautiful (same as you)" :") #GD
It's a little bit harder for me to move on easily, even 1000 words couldn't describe it briefly
"Cause your like a caffeine", for me #Yoseob
Now, I've had to keep moving forward
With, or without you
Hope you'll read this & "you're just the best, I've ever had" #VH
Also, I'm still couldn't move from your mind (even an inch)
Though, I'm not that 100% moved on & its not easy, to be me #Smallville
I'm always hope, that you'll always remembered these unforgettable moments we've shared before
"Because I'm shadow, shadow, shadow" #B2ST

* NB: Hope, you're always cheerful/healthy/stay strong (with/without me). Also, God protects you & remembered you as one His people in heaven. #EnoughSaid :") *

Sunday, 18 August 2013

Singing, Nasheeds, an Islamic Perspective (In My Opinion, Of Course!) :D

Due to previous videos I've shared on this blog, I'll explain as far as I can do #Inshallah :3
Okay, this is a not-so-serious issue actually (for me) :D
First of all, singing's not haram (back then)
In a prophet of the last prophet (Muhammad SAW, pbuh)
Music's not haram, eventhough it's recommended
People at that time, that celebrates a couple who wants to get married
Anshar people loved to sing to praised them (the couple)
It's called "Gazal", btw
So, what I mean is
Musics are came from mubah (good), it also could've been makruh (shouldn't have to), even it would've been haram (prohibited)
According to Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi
There are 5 characteristics, that what makes a music (whether it's good/bad).

1) Lyrics: Good lyrics (Religious/Qasidah/etc.) & Bad lyrics (Shirk/Adultery/etc.)
2) Music Backgrounds: Musicians shouldn't use a music, that could stimulate the syahwat nafs (bad intention)
3) Waste of money: (e.g.) Only paid high (RM 30000), just for 1 song / 2 songs
4) Presentation on Singing: The singer must be polite, not singing w/high tones, or jump out everywhere (in         stage)
5) Background Dancers/Singers: Men & Women are separated to do it (cannot mix together!)

That's what I wanna share with you today, everyone! #EnoughSaid ^_^

* NB: Correct me IF I'm wrong, because the right one's came from Almighty God & hope I could share more info with anyone, who reads my blog of course #Jazakallah :D *

Laws of Singing, Ust. Mohd. Kazim Elias (Bahasa Melayu) :)

Saturday, 17 August 2013

Farewell Ramadhan & Welcome Syawal :")

There are 2 feelings of my heart, that describes these holy months: Happy & Sad :3
Happy b'cos I've got "Duit Raya/THR" & Sad, b'cos of true enemy is back for business (Read: Shaytan) :/
If every single second, minute, hour, day, night, week, a year, even a century is Ramadhan
It would've been a very good news to me & muslims all over the world :D
So, my feeling's the same as the prophet Muhammad (pbuh) & his companions (Shahaba) ^_^
Even, the good deed reward's multiple times than usual :)
And Shaytan, it's always been locked up in hell! ;)
But, God's fate already decided (since the beginning)
That, Ramadhan's only a VIP guest (in Islamic calendar)
And Syawal's how we celebrate it, after fasting fardhu (for almost/or even, a month)
However, this is only what I feel about it
How about you, bro & sis? (specially muslim bro/sis)
Do you feel the same way too? :/
If yes, it's Alhamdulillah for me & u're still a human! :D
Finally, I wanna share with you guys
Video link below, about Bunkface's latest single hits
Malaysian's best Indie rock band ever
This one's called "Anugerah Syawal" (acoustic version"
Enjoy, all & happy Eid Mubarak everyone!
Minal aidzin wal faidzin, forgive me if I'm wrong
From: Ayyub .A & family ^_^

http://www.youtube.com/watch?v=IKj4eXB5sAA

Knowledge, Steadfassness, & Prayers: It's a True Virtue! :D

From MATH: I've learned how to gain REWARDS with my LOGICAL thinking
From PHYSICS: I've learned that, every ACTIONS has it's REACTIONS
From CHEMISTRY: I've learned that, every SMALL DEEDS has it's BIG REWARDS (vice versa)
From BIOLOGY: I've learned that, BIOTICS & ABIOTICS (Almighty God's beautiful creatures, SUBHANALLAH!)
From ITC: I've learned how to DA'WAH ONLINE (Distributes the facts throughout social networks)
From ARTS & CRAFTS: I've learned how to DA'WAH CREATIVELY (Spreads the truths with an artistic ways)
From PHYSICAL EDUCATION: I've learned how to be a STRONG person (specially as a MOSLEM)
From CITIZENSHIP EDUCATION: I've learned how to OBEYS the RULES around the world
From LANGUAGES EDUCATION (eng/man/indo/etc.): I've learned how to COMMUNICATE with PEOPLE from all around the world, with different characters & family backgrounds
From HISTORY: I've learned from my MISTAKES, and how to MOVE ON from it (to be a BETTER PERSON)
From COUNSELING EDUCATION: I've learned how to act like a VIRTUOUS person (to be a NOBLE moslem), for a better & my promising FUTURE (inshallah)
From ISLAMIC RELIGION EDUCATION: I've learned how to PREPARE myself in this WORLDLY LIFE, for the HEREAFTER & JUDGEMENT DAY


It takes a long time to BUILD, STRENGTHEN, & PROTECTS it from the ENEMIES of the DEVILS (misleading/wrongdoers/etc.). I've been VERY PROUD as in ISKL/SIKL students for 8 years (4 - 6 ES, 7 - 9 JHS, 10 - 12 SHS), with 4 different headmasters (2005, 2006, 2009, 2012). I'm also PROUD to be a PIONEER SCIENTIST of ISLAM, at this MODERN ERA (inshallah). Now, it's my time to RISE & SHINE in a REAL WORLD, with REAL PEOPLE (from all over the world). 3 Keys to be a real success person: Knowledge, Steadfassness, & Prayers. Alhamdulillah & Thank you all, Jazakallah Khair! :")

* NB: This notes I've made, after finished senior high school recently #Alhamdulillah ^_^ *

GURINDAM: BELAS KASIH SANG JEJAKA TAMPAN

(BY MYSELF & FOREMOST)

Hidup di dunia
Mati di akhirat

Janji itu pasti
Target itu rajin

Rajin pangkal pandai
Malas pangkal bodoh

Waktu begitu cepat
Ibadah begitu yakin

Yakin karena amal soleh
Amal soleh karena niat baik

Baik dahulu, itu mottoku
Mottoku lancar, itu karena Yang Maha Esa

Dewasa ini, diriku sekarang
Diriku sekarang ini, ada kamu

Kamu kini menemaniku
Menjadi sandaran hatiku

Membantu menjalani hidup kita
Suka dan duka, pasti diterima bersama

Suratku untuk "GENG VILTRA"

Siapa bilang kalau orang Melayu dan Indonesia susah berteman? Pertanyaan ini membuatku teringat masa kecilku, ketika aku masih baru di Kuala Lumpur. Waktu itu, aku baru kelas 4 SD di SIK dan juga baru tinggal di Villa Putra. Tetapi aku bersyukur karena ketika itu aku sudah mempunyai cukup banyak kenalan baru.

Disaat itu, aku berteman dengan banyak anak Melayu asli dan sebagiannya lagi ialah anak Garuda SIK. Arvel, Vito, Atta, Luthfan, Edo, Wiki, dan banyak lagi anak Garuda SIK yang setempat denganku. Manakala teman Melayuku juga banyak. Amir, Anuar, Asri, dan juga Azhar yang kukenal lebih dahulu sebagai saudara baruku, disamping dengan saudara baruku dari Garuda SIK.
Kami dulunya sering bermain futsal, petak umpet, bola gebok, kasti, badminton, berenang, dan juga tenis.
Terkadang kami merasa sangat gembira untuk bisa bermain banyak macam permainan olahraga. Hampir semua olahraga yang kami suka bermain ditempat yang sama, yaitu di lantai M yang ada playground dan kolam renangnya. Semua permainan olahraga yang kami bermain bersama, kecuali badminton, kasti, berenang, dan tenis.
Keempat olahraga tersebut ada lapangannya sendiri. Khas untuk kasti, terkadang kami bermain di lantai M dan juga di lapangan tenis. Saking enaknya bermain, kami sekumpulan sering ditegur dengan satpam kondo karena sering kejatuhan bola dari lantai M. Yang kami bisa lakukan hanyalah acuh tak acuh alias kabur bin cabut segera atau tidak, kami juga saling menyalahkan sesama sendiri. Maklum anak kecil, tidak tahu apa-apa.
Kini, waktu berjalan begitu cepat dan semakin aku naik kelas, pasti ada saja satu atau dua orang yang pindah. Mulai dari kak Arvel dan sekeluarganya yang lebih dahulu, kemudian kak Atta sekeluarga, dan terus banyak yang pindah, sampai hari akhirku di Villa Putra. Ketika aku duduk dibangku kelas 7 SMP, tibalah Edo satu-satunya saudara akrabku selain Lino yang juga harus menjadi yang terakhir untuk meninggalkanku.
Aku dan Edo sering bersenda gurau hampir tiap hari. Di sekolah, di rumah, waktu main, bahkan solatpun kami sempat bercanda sehingga solat kamipun kurang fokus dan sempurna disisi Ilahi Rabbi. Namun dia saat ini sudah di negara lain, karena tujuan bertemu itu adalah untuk berpisah, seperti kata kepala sekolahku yang hebat di SIK ini. Dan aku masih bersyukur karena masih bisa berhubung dengannya sampai sekarang.
Akhirnya, setiap kali aku melihat bangunan Villa Putra dari luar, yang bermain didalam ingatanku hanyalah memori suka dan duka di masa kecilku itu. Aku yakin, banyak dari mereka yang pindah ke tempat yang lebih baik dari sini dan menjadi orang yang sukses seperti aku, kelak di hari tua. Oleh karena itu, maafkanlah diriku jika ada salah dengan kalian semua dan perkenankanlah aku untuk menyebut trademark resmi ini, "GENG VILTRA" (Geng Villa Putra). Itulah nama otentik dan ofisial kita sebagai "Laskar Pelangi" nya "Villa Putra. Salam hormatku, Ayyub :'D